Bagai Pungguk Merindukan Bulan
Aku berdiri dalam bayangan
Aku berdiri dalam kehampaan
Bagai gelombang keputusasaan yang menerjang
Laksana ombak menggulungku ke pulau tak huni
Ini aku kecil, rapuh, tak berarti
Ini aku terperangkap dalam bongkahan bunga es
Dengan pusaran badai yang dipermainkan oleh angin
Ini aku terjebak dalam dinding kokoh nan megah
Menjulang tinggi dan menembus batas
Terjatuh dan tak bangkit
Menunggu uluran tangan yang membantu bangkit
Menunggumu untuk menghampiriku
Merajut benang - benang cinta yang sudah kupersiapkan
Kenapa harus menunggumu ?
Aku lelah menjaga batin, tapi kau menghancurkan
Aku lelah menahan siksa rindu ini
Aku melepaskannya berharap kau menangkap dan disimpan dalam hati yang akan kau jaga
Tapi apa ?
Kau menginjaknya menjadi serpihan kecil
Membiarkannya terkoyak dan kotor
Tak apa
Akan ku pungut dan memperbaikinya kembqli
Siapa tahu kau akan merawatnya
Rasa sayang dan cintaku padamu takkan pernah kau rasakan
Semua pengorbananku juga kau anggap sebagai hal biasa
Mungkin memang tak punya arti
Aku memang terlalu rendah untuk mencintaimu
Kau sangat hina mencintaiku
Semua rasa ini tak pantas kau tetima
Tapi
Kau harus tahu
Aku masih disini menunggumu
Walau aku tak pernah tahu
Kapan kau akan menyadarinya
Bagai pungguk merindukan bulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar