Senin, 15 September 2014

Bagai pungguk merindukan bulan

Bagai Pungguk Merindukan Bulan
Aku berdiri dalam bayangan
Aku berdiri dalam kehampaan 
Bagai gelombang keputusasaan yang menerjang
Laksana ombak menggulungku ke pulau tak huni
Ini aku kecil, rapuh, tak berarti
Ini aku terperangkap dalam bongkahan bunga es
Dengan pusaran badai yang dipermainkan oleh angin
Ini aku terjebak dalam dinding kokoh nan megah
Menjulang tinggi dan menembus batas
Terjatuh dan tak bangkit
Menunggu uluran tangan yang membantu bangkit
Menunggumu untuk menghampiriku
Merajut benang - benang cinta yang sudah kupersiapkan
Kenapa harus menunggumu ?
Aku lelah menjaga batin, tapi kau menghancurkan
Aku lelah menahan siksa rindu ini
Aku melepaskannya berharap kau menangkap dan disimpan dalam hati yang akan kau jaga
Tapi apa ?
Kau menginjaknya menjadi serpihan kecil
Membiarkannya terkoyak dan kotor
Tak apa
Akan ku pungut dan memperbaikinya kembqli
Siapa tahu kau akan merawatnya
Rasa sayang dan cintaku padamu takkan pernah kau rasakan
Semua pengorbananku juga kau anggap sebagai hal biasa
Mungkin memang tak punya arti
Aku memang terlalu rendah untuk mencintaimu
Kau sangat hina mencintaiku
Semua rasa ini tak pantas kau tetima
Tapi
Kau harus tahu
Aku masih disini menunggumu
Walau aku tak pernah tahu 
Kapan kau akan menyadarinya
Bagai pungguk merindukan bulan

Jumat, 12 September 2014

ga tau mau nulis apa

halo udah lama ga jumpa ya..#ehhmlamabanget
maklum bunet, ga ngeblog gara gara bingung cara setting judul blognya #okegueakui,guejadul
mau nulis apa ya, gue juga bingung, soalnya lagi iseng aja buka blog terus akhirnya itu judul blog bisa digantiiiiiiiii #sujudsyukur..
gue lagi nemenin temen nyari tugas boga, biasa kurikulum 2013 gitu deh, eh beneran deh gue bingung mau ngeblog apa soalnya mumpung masih ada sisa 20 menit lagi jadi gue manfaatin deh buat nulis blog yang ga guna ini, sebenernya ni blog buat tulisan puisi, cerpen dan hal yang ga guna lainnya, tapi tuh buku puisi gue dengan indahnya tertinggal di pojok lemari gue paling bawah saat nih blog udh bisa gue ganti judulnya,
yaudah akhirnya dengan kemalasan level 15 boncabe gue ngetik nih blog ga guna #lagi
gue lagi galau temen gue ikut jumbara, dan gue kagak ikut #sedih?banget . padahal udh gw tunggu tunggu tuh jumbara eh malah die yg dapet, eh nanti gue nulis lg bye !

ini judul

Rapuh

Pada cinta yang agung kupersembahkan setia
Demi cinta pada ikatan yang abadi
Seluruh aku telah menjadi cinta tanpa karena
Jagad raya adalah saksi atas sumpahku

Ku berusaha tak menguapkan cinta yang mengalir
Dalam darah dalam nadi dalam jantung dan hatiku
Sekian hari ku telah menjadi dermaga yang menunggu datangnya kapal
Diam tak tahu apa-apa

Ada sebuah roman di tepian pantai
Saat yang menunggu ternyata dilupakan
Seperti buku buku tua yang berdebu
Mungkin tak menarik lagi dibaca

Hilang ! Aku ingin hilang ! Bersama angin dingin sepi.
Bak gelas yang jatuh, pecah dan berserakan
Apa kemudian bisa menyatukannya kembali ?
Mustahil ! Walau bisa tetap saja rapuh

Biarkan cinta yang menuntun pada yang sesungguhnya
Biarkan diriku yang fana, bodoh dan lemah
Biarkan Maha Cinta yang labuhkan perjalanan hidupku
Pada jalan yang Dia pilihkan pada manusia usang sepertiku