Senin, 27 Juli 2015

post again

efek gak bisa tidur gara-gara insom malah jadi bikin puisi lagi deh hehehe
saya belom ngantuk jadi kepikiran buat nulis puisi lagi, padahal besok sekolah #gppa
oke puisi ini baru dibuat daripada ditunda-tunda mending langsung saya posting :D
cekidot
.
.
.
.
Daun yang gugur


Paras yang dahulu lembut
Kini telah kuning mengering
Rapuh diantara eloknya senja dan lantunan seriosa tuan  kenari
Sudah cukup ia menopang teman-temannya untuk sekedar bertengger, memainkan melodi ataupun duduk santai menunggu sang surya berganti peran dengan dewi malam
Biarlah hembusan angin malam menuntunnya berkeliling melihat istana alam untuk terakhir kalinya
Daun itu telah gugur
Ketika bulir air dari langit membasahi tubuhnya
Bagaikan pesan tersirat dari Tuhan yang bangga atas tugas yang diembannya
Ia turun dengan lembut dan tetap mempesona sampai peristirahatnya
Tergeletak dengan anggun ditanah yang subur
Kepala yang terangkat menatap lembut kepada teman-temannya
Seringai halus itu tak jua padam sampai ia menutup mata
Ia percaya bahwa suatu saat akan terlahir kembali
Berjumpa lagi dengan teman-temannya
Walaupun dengan paras yang berbeda.
.
.
.
and ini hasilnya, gaje ya hahaha gppa
see ya

saya kembali

selamat sore..
selamat beraktivitas kembali setelah libur panjang, padahal liburan pengen nambah ya, tapi yaudahlah
Gue kembali dengan membawa beberapa post baru, dan masalah tiap posting selalu ada aja, tab gue lagi erorr and maaf kalo ada beberapa penulisan yg typo atau ga tertata rapi
ga usah banyak bacot langsung scroll kebawah aja
mohon maaf lahir batin

Lily putih



Aku berjalan menyusuri jalan setapak
Hanya 1 tujuan yang terlintas dipikiranku
Menemuimu
Semakin lama semakin sunyi
Rumahmu memang tampak asri seperti biasanya
Keheningan
Itulah yang kurasakan
Sepertinya kau mendapat teman baru hari ini
Bagaimana aku tahu?
Penjagamu memberti tahu
Lily putih
Kuharap kau tak bosan dengan kehadiranku
Dan tentu saja dengan lily putih yang kubawa
Akhirnya aku menemuimu
Kau tahu, aku sangat merindukanmu
Hei, aku ingin banyak bercerita padamu
Kemarin aku mendapat nilai 80 di ujian IPA
Mana ucapan selamat untukku?
Suatu peingkatan bukan?
Hampa
Bulir air mata membasahi pipiku
Tak kuasa kugoyangkan nisanmu
Yang kuharap adalah suara dari mulutmu
Oh, ayolah hari ini tepat 1 tahun pemakamanmu
Apakah tak ada satu katapun yang kau keluarkan?
Kalau kau memang benci padaku sampai tak mau berbicara
Tak apa
Akan kutaruh lily putih ini bersamamu
Mungkin kau akan mencoba bicara terlebih dahulu dengannya
Lily putih
Baiklah aku mengerti
Dan aku akan terus mendatangimu
Aku akan setia menunggumu
Percayalah